PERSONIL BPP GADING

Senin, 31 Desember 2012

PERANAN PUPUK BAGI TANAMAN



PERANAN PUPUK BAGI TANAMAN



Oleh :
ANANG BUDI PRASETYO,SP
BPP KECAMATAN GADING


PENDAHULUAN

Setiap tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya membutuhkan unsur hara unsur hara baik  makro maupun mikro. Sehingga apabila tanaman kekurangan unsur hara, maka pertumbuhannya terhambat. Apabila hal ini terus berlanjut  tanaman akan tumbuh merana dan bahkan akan berakibat tanaman tersebut mati.
Pemupukan yang baik dan benar seharus memperhatikan beberapa faktor sebelum melakukan pemupukan, seperti jenis pupuk, dosis pupuk, waktu pemupukan dan cara pemberian pupuk. Sehingga apabila kita akan  melakukan pemupukan  maka ke empat faktor tersebut harus diperhatikan agar diperoleh hasil yang memuaskan. 
Dalam budidaya tanaman pemupukan harus dilaksanakan secara bijaksana dan berimbang artinya bahwa pemberian  pupuk harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta  tujuan dari pemupukan tersebut. Hal ini penting diperhatikan mengingat terutama pupuk anorganik dapat berpengaruh negatif terhadap tanah apabila penggunaannya kurang bijaksana.
Pupuk didefinisikan sebagai bahan/material  atau unsur hara yang ditambahkan ke dalam tanah dan tumbuhan baik berupa  pupuk organik maupun pupuk anorganik dengan tujuan untuk memenuhi atau melengkapi keadaan unsur hara dalam tanah yang tidak cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan tanaman. 
Pada awalnya bahan pupuk yang digunakan adalah berupa kotoran ternak, sisa-sisa tanaman yang telah mengalami pelapukan. Sejalan dengan perkembangan zaman, pengetahuan  dan tehnologi maka berkembang pula pemakaian pupuk kimia untuk  memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman selama masa pertumbuhannya.


Unsur Hara Dan  Perannya Bagi Petumbuhan Tanaman

Pupuk sangat dibutuhkan oleh tanaman, karena ketersediaan unsur hara di dalam tanah tidak selamanya cukup untuk memenuhi  kebutuhan tanaman. Adapun Unsur hara yang dibutuhkan tanaman selama masa pertumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua yakni kelompok unsur hara makro dan mikro.


1.  Unsur Hara Makro

Untuk Karbon  ( C ), Hidrogen ( H  ) dan Oksigen ( O ) merupakan bahan utama pembentukan jaringan tanaman. Ketiga unsur iniberada dalam bentuk  H2O ( air ),          H 2CO3 (asam arang  dan CO2 (karbondioksida) dalam udara. 

a.    Nitrogen ( N )

Unsur hara nitrogen diserap tanaman dalam bentuk ion nitrat ( NO3+ ) dan ion amonium ( NH4-). Sebagian besar nitrogen diserap tanaman dalam bentuk ion nitrat karena ion nitrat bermuatan negatif sehingga selalu berada di dalam larutan
tanah dan mudah diserap oleh akar.  Karena selalu berada dalam larutan tanah maka ion lebih mudah tercuci oleh aliran air.
Sumber nitrogen  yang  terbesar  adalah  udara  yang sampai ke tanah melalui air hujan atau  udara yang  diikat oleh bakteri pengikat nitrogen seperti Rhizobium sp.
Ø  Menambah kandungan protein tanaman
Ø   Mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman
Ø  Sebagai senyawa penting untuk membentuk klorofil, asam nukleat, enzim
Ø  Sebagai  senyawa penting untuk membentuk asam-asam amino yang akan dirubah menjadi protein.

b.  Phosphor ( P )

Phosphor diserap tanaman dalam bentuk H2PO4-, HPO4= dan PO4= atau tergantung dari nilai pH tanah.  Phosphor di dalam tanah sebagian besar bersumber dari pelapukan batuan mineral alami, sisanya berasal dari pelapukan bahan organik. 
Ketersediaan phosphor di dalam tanah ditentukan oleh berbagai faktor diantaranya adalah :
Ø  pH tanah, faktor ini merupakan faktor yang paling penting dan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan phosphor.   Pada pH rendah ( asam ), phosphor akan bereaksi dengan ion besi dan aluminium. Reaksi ini membentuk besi fosfat atau aluminium  fosfat yang sukar larut di dalam air tidak dapat digunakan oleh tanaman. Pada tanah pH tinggi ( basa),  phosphor akan dengan ion kalium. Reaksi ini membentuk kalium fosfat yang sifatnya sukar larut di dalam air sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman.
Ø   Aerasi,  ketersediaan oksigen di dalam tanah diperlukan untuk meningkatkan pasokan  phosfor lewat proses prombakan bahan organik oleh mikroorganime tanah. Pada tanah yang tergenang air, penyerapan  phosfor dan unsur-unsur lainnya akan terganggu.
Ø  Temperature,  secara langsung temperature dapat meningkatkan dan menurunkan ketersediaan fosfor. Pada temperature relatif  tinggi ( hangat )  phosfor akan meningkat karena proses prombakan bahan organik juga meningkat.
Ø  Bahan organik,  sebagian besar phosfor yang mudah larut diambil oleh mikroorganisme tanah untuk pertumbuhannya. Fosfor ini akhirnya akan dirubah menjadi humus.
Ø   Unsur hara lain, terpenuhinya kebutuhan unsur hara  yang lain dapat meningkatkan penyerapan fosfor  oleh tanaman. Kekurangan unsur hara mikro dapat menghambat respon tanaman terhadap pemupukan posfor.
Beberpa peranan/ fungsi fosfor bagi tanaman antara lain :
ü  Membentuk asam nukleat ( DNA dan RNA )
ü  Memacu pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang baik sehingga tanaman dapat mengambil unsur hara lebih banyak.
ü   Menyimpan serta memindahkan energi Arlenusin Tri phosphat dan Adonosin Phosphat.
ü  Menambah daya tahan tanaman terhadap serangana ham dan penyakit menukar.
ü  Merangsang pembelahan sel.
ü  Membantu proses asimilasi dan respirasi sekaligus mempercepat pembungaan dan pemasakan biji.

c.  Kalium ( K )

Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K +, di dalam tanah ion bersifat sangat dinamis., sehingga menyebabkan unsur ini mudah tercuci terutama pada tanah berpasir  dan tanah dengan pH rendah. Ketersediaan kalium di dalam tanah
dapat berkurang disebabkan oleh pengambilan oleh tanaman, pencucian oleh air dan erosi.  Beberapa peranan/ fungsi kalium bagi pertumbuhan tanaman antara lain :
Ø Translokasi gula pada pembentukan pati dan protein
Ø Efisiensi penggunaan air ( tahan terhadap kekeringan )
Ø Memacu pertumbuhan tanaman pada tingkat permulaan
Ø Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit
Ø Memperkuat ketegaran tanaman sehingga daun, bunga, buah dan batang tidak mudah rontok dan rebah
Ø Memperbaiki kualitas buah pada masa generatif.

d.  Kalsium ( Ca )

Kalsium diserap    tanaman  dalam  bentuk  ion  kalsium  ( Ca ++). Kalsium di dalam tanah bersumber dari mineral primer pembentuk tanah. Karena ion kalsium ini bermuatan positif  maka  dapat diikat oleh koloid tanah sehingga tersedia bagi
tanaman. Sebelum diserap tanaman, posisi  ion Ca ++ pada koloid tanah harus diganti terlebih dahulu dengan ion positif lain seperti ion Al++ dan H+ .  Peranan/fungsi kalsium bagi  pertumbuhan tanaman sebagai berikut :
Ø  Membentuk dinding sel yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan sel baru.
Ø   Mendorong pembentukan buah dan biji yang sempurna
Ø  Dapat menetralkan asam-asam orgnaik yang dihasilkan pada metabolism
Ø  Merangsang terbentuknya bulu-bulu akar.
                                                                                                                          
e.  Magnesium ( Mg ) 

Magnesium diserap tanaman dalam bentuk ion magnesium (Mg++). Di dalam tanah magnesium bersumber dari pelapukan batuan yang mengandung mineral, seperti biotit, terpentin, klorit, dan olivin. Karena  bermutan fositif, ion magnesium dapat terikat pada koloid tanah atau tetap berada dalam larutan tanah.
Beberapa sumber Mg antara lain :
Ø  CaCO3Mg CO3 ( Dolomit limestone )
Ø  Sulfat of Potash Magnesium,  mengandung sulfur sebesar 22%, sulfat sebesar 67 %, kalium 18,2% K2O sebesar 22 %, magnesium  11,1% dan MgO sebesar 18,5%.
Ø   Mg SO4H2O  ( kleserit ),  mengandung K2O2 %, Magnesium Oksida  30,5% dan magnesium sebesar 18,3 %.
Ø   MgO ( Magnesia )
Ø  MgCO3 (Magnesit )
Peranan/fungsi magnesium bagi pertumbuhan tanaman sebagai berikut :
ü  Untuk membentuk warna hijau pada daun ( klorofil  )
ü   Pengaturan dalam penyerapan unsur hara lain seperti P dan K
ü  Merangsang pembentukan senyawa lemak dan minyak
ü   Membantu translokasi pati dan distribusi phosphor di dalam tanaman
ü   Sebagai aktifator berbagai jenis enzim tanaman
ü  Mg merupakan salah satu enzim yang disebut organic pyrophosphate dan carboxy pestisida.

f.  Belerang/Sulfur ( S )

Tanaman menyerap sulfur dalam bentuk ion sulfat (SO4=). Zat ini merupakan bagian dari protein yang terdapat dalam bentuk cystein, methionin, thiamine. Sebagian besar sulfur di dalam tanah beasal dari bahan organik yang telah mengalami dekomposisi dan sulfur elemntal ( bubuk/ batu belerang ) dari aktivitas vulkanis. 
Sulfur yang larut dalam air akan segera diserap tanaman, karena unsur ini sangat dibutuhkan tanaman terutama pada tanaman-tanaman muda.

Peranan / fungsi sulfur bagi pertumbuhan tanaman antara lain:
Ø  Membantu dalam pembentukan klorofil
Ø   Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan jamur
Ø   Pada tanaman kacang-kacangan be rfungsi merangsang pebentukan bintil akar 
Ø  Pada tanaman pepaya berfungsi sebagai aktifator enzim yang membentuk papain.


2.  Unsur Hara Mikro
Walaupun unsur mikro diperlukan oleh  tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, namun kegunaannya bagi tanaman sangat penting dan sama pentingnya dengan unsur hara makro. Beberapa  unusur hara mikro essensial yang dibutuhkan tanaman antara lain .

a.    Besi (Fe)

Besi ( Fe ) diserap tanaman dalambentuk ion Fe++. Unsur mikro ini sangat dibutuhkan tanaman untuk pembentukan klorofil.  Ketersediaan Fe akan menurun sejalan dengan meningkatnya pH tanah. Pada kondisi normal, Fe tidak mudah tercuci dari daerah perkaran, tetapi pada tanah dengan sistem aerasi yang jelek  maka penyerapan Fe akan terhambat.

Peranan / fungsi Besi bagi  pertumbuhan tanaman sebagai
berikut :
Ø  Sebagai aktifator dalam proses biokimia di dalam tanaman
Ø  Sebagai unsur pembentuk enzim tanaman
Ø  Sebagai pembentuk hijau daun
Ø  Sebagai bahan pembentuk karbohidrat, lemak dan protein

b.    Mangan ( Mn )

Unsur Mangan diserap tanaman dalam bentuk ion mangan (Mn++). Ketersediaan Mn di dalam tanah akan menurun sejalan dengan meningkatnya pH tanah.  Faktor penting dalam pengontolan ketersediaan Mn di dalam tanah adalah pengaturan
pH tanah.  

Peranan/ fungsi mangan bagi pertumbuhan  tanaman sebagai
berikut :
Ø  Sebagai aktifator berbagai enzim yang berperan dalam proses perombakan karbohidrat dan metabolisme nitrogen.
Ø   Bersama-sama Fe membentuk terbentuknya sel-sel klorofil.
Ø  Sebagai bahan pembentuk karbohidrat, lemak dan protein

c.  Mangan ( Mn )
Unsur Mangan diserap tanaman dalam bentuk ion mangan (Mn++). Ketersediaan Mn di dalam tanah akan menurun sejalan dengan meningkatnya pH tanah.  Faktor penting dalam pengontolan ketersediaan Mn di dalam tanah adalah pengaturan
pH tanah.  

Peranan/ fungsi mangan bagi pertumbuhan  tanaman sebagai berikut :
Ø  Sebagai aktifator berbagai enzim yang berperan dalam proses perombakan karbohidrat dan metabolisme nitrogen.
Ø   Bersama-sama Fe membentuk terbentuknya sel-sel klorofil.

d.     Boron ( B )

Boron diserap tanaman dalam ion BO32. Unsur mikro ini sangat dibutuhkan tanaman dalam proses diferensiasi ( pembentukan ) sel yang sedang tumbuh. Keberadaan boron di dalam tanah mudah tercuci,  ini terjadi pada tanah asam dan di daerah yang curah hujannya tinggi.
Peranan/fungsi boron bagi pertumbuhan tanaman antara lain :
Ø  Membantu sintesis protein
Ø   Membantu metabolisme karbohidrat
Ø  Mengatur kebutuhan air di dalam tanaman
Ø   Membentuk serat dan biji
Ø   Merangsang proses penuan tanaman sehingga jumlah bunga dan hasil panen meningkat.


d.  Tembaga ( Cu )
Tembaga diserap tanaman dalamm bentuk ion Cu++ atau ion Cu+++. Ketersediaan tembaga di dalam tanah akan menurunsejalan dengan meningkatnya pH tanah. Pada tanah organik seperti gambut, tembaganya terikat sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman. 

Peranan/Fungsi tembaga bagi pertumbuhan tanaman sebagai
berikut ;
Ø  Sebagai katalisator dalam proses pernapasan dan prombakan karbohidrat
Ø   Sebagai salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin
Ø   Secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil
Ø  Sebagai  aktifator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan. sejalan dengan meningkatnya pH tanah. Pada tanah organik seperti gambut, tembaganya terikat sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman. 

Peranan/Fungsi tembaga bagi pertumbuhan tanaman sebagai
berikut ;
ü  Sebagai katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat
ü  Sebagai salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin
ü  Secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil
ü  Sebagai  aktifator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan.

e.     Seng atau Zincum ( Zn )

Seng diserap tanaman dalam bentuk ion Zn++. Seng merupakan salah satu unsur hara yang sangat penting dan sangat diperlukan tanaman tanaman. Karena merupakan bagian penting dari asam Carboxylase, Carbonic anhidrosa. Seperti unsur hara mikro lainnya, tanaman membutuhkan unsur ini sangat sedikit sekali. Bila terjadi kelebihan tanaman akan keracunan.  Kekurangan Zn dapat terjadi pada tanah yang mengandung fosfat cukup tinggi atau pada  daerah yang suhunya rendah. Ketersediaan seng di dalam tanah akan menurun sejalan dengan peningkatan pH tanah.    

Peranan / fungsi seng bagi pertumbuhan tanaman sebagai
berikut :
Ø  Sebagai katalisator dalam pembentukan protein
Ø  Mengatur pembentukan asam indoleasetik ( asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman )
Ø  Berperan aktif dalam transformasi karbohidrat.

f.             Khlor ( Cl )

Khlor diserap tanaman dalam bentuk ion Cl-. Kebutuhan tanaman terhadap unsur hara Cl lebih sedikit bila dibandingkan dengan unsur hara mikro lainnya.

Peranan /fungsi khlor bagi pertumbuhan tanaman sebagai berikut :
Ø  Berkaitan langsung dengan pengaturan tekanan osmosis di dalam sel tanaman.
Ø  Dibutuhkan dalam proses fotosintesis .
g.  Molibdenum ( Mo )

Molibdenum diserap  tanaman dalam bentuk ion MoO4--.Ketersediaan Mo di dalam tanah akan meningkat seiring dengan peningkatan pH tanah, maka demikian pH tanah sebagai indikator ketersediaan Mo. Pada tanah berpasir dan ber pH rendah sangat memungkinkan kekurangan Mo karena pencucian.

Peranan/fungsi Molibdenum bagi pertumbuhan tanaman
sebagai berikut :
Ø  Dalam penyerapan unsur hara nitrogen
Ø    Meningkatkan fiksasi Nitrogen
Ø  Asimilasi nitrogen
Ø  Secara tidak langsung berperan dalam produksi asam amino protein    
Ø  Sebagai aktifator berbagai jenis enzim.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Buckman Harry O dan Brady Nyle.C., 1982. Ilmu Tanah. Penerbit Bhratar Karya Aksara Jakarta
  2. Rinsema, W.T Ir, 1983. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Bhratara Karya Aksara Jakarta
  3. Sosrosoedirdjo R Soeroto, 1981. Ilmu Tanah penerbit CV. Yasa Guna Jakarta
  4. Vorizan Ir. 2002. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Penerbit  PT. AgroMedia Pustaka  Depok Jawa Barat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar